Breaking News
Home / Berpikir Kreatif / Percaya Diri…!!!

Percaya Diri…!!!

Mulailah untuk membangun potensial diri dengan memaksimalkan sikap percaya diri kamu dan teguhkan hati untuk meningkatkan dan berpikir rasa percaya diri. Langkah pertama untuk menjadi orang kreatif adalah memiliki keyakinan bahwa kita memang sosok kreatif. Keyakinan ini akan sangat penting artinya. Bila keyakinan saja belum kita miliki, maka jalan menjadi orang kreatif akan sangat sulit terwujud.

Percaya diri.  Percayalah bisa, maka kita akan benar-benar bisa. Percayalah kita kreatif, maka kita akan benar-benar menjadi orang kreatif. Percaya diri adalah kunci pembuka pintu gudang kreativitas. Tanpa kunci tersebut kita tidak akan bisa ke dalam untuk mengeksplorasi kemampuan kreatif. Percayalah bahwa kita semua .telah diberi bibit yang sama untuk kreatif, kreatif bukan hanya untuk si A dari sononya, bukan pula hanya untuk si B, tapi kreatif adalah hak kita semua. Semua orang bisa kreatif.

Percaya diri erat kaitannya dengan pikiran. Jangan pernah meremehkan kekuatan pikiran! Pikiran-pikiran yang lahir dari otak kita mengendalikan dan menentukan hampir semua yang terjadi pada diri kita.

Cara Berpikir Kreatif dan Inovatif

Pikiran kita dapat menaikkan atau menurunkan detak jantung kita, dapat meningkatkan atau mempengaruhi sistem pencernaan kita, mengubah komposisi kimia darah kita, dan membantu kita tidur nyenyak atau membuat kita tidak bisa tidur semalaman. Pikiran kita dapat membuat kita siaga dan waspada sekaligus terganggu dan tertekan. Pikiran kita dapat membuat kita merasa tenang sekaligus juga bisa membuat kita cemas tak tertahankan. Mampu membuat kita menjadi pemberani, juga bisa membuat kita menjadi seorang pengecut dan pecundang. Pikiran kita dapat membuat kita menjadi orang sukses atau menjadikan kita orang yang selalu gagal.

Singkatnya, pikiran membawa dampak dan menentukan akan menjadi apa kita nantinya dalam hidup. Pikiran-pikiran kita dapat mendorong terbentuknya berbagai image dan gambaran diri kita, termasuk berbagai emosi yang menyertainya. Jika kita berpikiran negatif, minder, tidak percaya diri, maka yang terlihat di mata orang lain kita akan benar-benar terlihat seperti itu adanya, dengan gerak-gerik yang dihasilkan bersumber dari gambaran diri yang negatif tadi.

Selain itu, pikiran kita tentang seseorang atau situasi juga bisa sangat mempengaruhi sikap kita kepada orang tersebut. Bagaimana kita menanggapi orang tersebut, memposisikannya, melayaninya, sangat tergantung pada pikiran atau persepsi kita tentang orang yang bersangkutan.

Intinya, segala yang kita percayai dengan penuh keyakinan, akan menjadi kenyataan. Apapun yang kita percayai tentang diri kita, secara nyata akan begitulah kita. Kita adalah apa yang kita pikirkan.

Seringkali kita sebenarnya tidak mempercayai apa yang kita lihat, tetapi kita senantiasa melihat apa yang selama ini kita percayai atau yang ingin kita percayai. Kemungkinannya ada dua;  kita memiliki kepercayaan-kepercayaan yang menunjang kehidupan kita yang membuat kita merasa bahagia dan optimistis atau bisa jadi kita memiliki kepercayaan-kepercayaan yang negatif tentang diri kita dan tentang potensi kita yang berlaku sebagai penghalang dalam pencapaian apapun yang sebenarnya mungkin kita capai.

Jika saat ini kita merasakan sering menghujat diri sendiri, memandang rendah diri sendiri, minder, tidak percaya diri, maka sudah saatnya kita harus mengubah konsep diri tersebut, kita hams mengubah apa yang telah kita percayai tentang diri kita secara negatif tadi. Apa yang kita percayai tidak selamanya harus berdasarkan fakta-fakta. Kepercayaan justru kebanyakan hanya berdasarkan informasi-informasi yang kita peroleh dan terima sebagai kebenaran. Tidak jarang hal-hal yang kita percayai itu hanya mengandung sedikit sekali bukti dan fakta.

Dalam usaha mengubah kepercayaan terhadap diri sendiri, keyakinan akan diri yang bersifat membatasi diri adalah keyakinan negatif yang terburuk. Keyakinan yang membatasi diri adalah apa yang kita yakini tentang diri kita pada implikasinya membuat kita merasa terbatas atau tidak marnpu dalam satu bidang tertentu.

Ketahuilah, keyakinan-keyakinan yang membatasi diri ini seringkali  benar-benar terjadi pada diri seseorang. Namun, jika hal tersebut kita percaya sepenuhnya tentang diri kita, maka apa yang dipercayai tersebut akan menjadi kebenaran.

Langkah untuk menghilangkan keyakinan yang membatasi diri ini dimulai dengan proses pembebasan potensi diri kita sendiri. Caranya dengan mempertanyakan kembali keyakinan-keyakinan yang telah terbentuk yang sifatnya membatasi potensi tadi. Selanjutnya, bayangkan bahwa keyakinan negatif itu semuanya tidak benar atau belum tentu benar.

Bayangkan bahwa kita dapat menjadi, atau melakukan, atau memiliki apapun yang benar-benar diinginkan. Bayangkan kita berada di dalam kondisi yang tidak memiliki keterbatasan kemampuan sama sekali.

Saat membayangkan diri sendiri, sebenarnya kita sedang mengirimkan sebentuk pesan tertentu pada alam bawah sadar kita. Alam bawah sadar kita kemudian akan menerima pesan ini sebagai layaknya satu perintah. Kemudian akan mengoordinasikannya dengan pikiran, kata-kata, dan tindakan-tindakan kita sehingga pikiran, kata-kata, dan tindakan-tindakan itu akan sejalan dengan pola yang konsisten dengan gambaran yang telah kita ciptakan. Panji PranomoSekian artikel cerita motivasi dengan judul percaya diri, baca artikel cerita motivasi lainnya dengan judul Kreatif ltu. Jika kalian suka dengan artikel diatas, mohon untuk menekan tombol like ya, dan jika tidak keberatan mohon untuk dishare juga, agar ilmu ini bisa bermanfaat bagi semuanya. Terima kasih sebelumnya.

Seal Online
Inline
Inline