Breaking News
Home / Berpikir Kreatif / Instan No, Proses Yes

Instan No, Proses Yes

Instan No, Proses Yes – Jika saat ini ada yang merasa belum menjadi orang kreatif, tenang saja. Tidak perlu merasa berkecil hati. Apalagi menyalahkan diri sendiri. Menyalahkan diri sendiri bisa gawat akibatnya, menjadikan diri minder, tidak percaya diri, bahkan bisa stress. Ingat, kita semua diberi bekal kreatif yang sama sejak lahiro Kita hanya perlu melepaskan kreativitas dari ‘kurungannya’. Biarkan ia leluasa bergerak dan menguasai, mengejawantah dalam bentuk ide-ide segar dan brilian.

Lalu, bagaimana menghidupkan kreativitas itu? Jawabannya: LATIHAN. Yup. Kreativitas harus terus dilatih dan dilatih. Ide kreatif tidak jatuh begitu saja dari langit, ketika orang lagi bengong seperti mendapat wangsit. Prinsipnya, barang siapa tidak menanam maka dia tidak akan memetik hasilnya. Bibit kreatif perlu ditanam, dipupuk, dan disirami dalam diri kita.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai. Kita dilahirkan kreatif, untuk terus kreatif yang perlu dilakukan adalah terus membiasakan diri untuk kreatif. Terus mengasah dan melatihnya. Di awal mungkin akan terasa sulit. Tapi dengan latihan yang terus-menerus, kita akan semakin terbiasa dan akhirnya menjadi insan yang selalu kreatif.

Kuncinya di sini ada pada prosese Menumbuhkan kembali kreativitas membutuhkan proses yang tidak instan. Maka kita harus setia pada proses. Katakan No pada keinginan instan menjadi orang kreatif. Di dunia ini tidak ada yang instan. Selalu dibutuhkan perjuangan. Selalu dibutuhkan usaha.

Terkadang sebagai manusia kita hanya ingin langsung mencapai tujuan dalarn sekejap mata. Tetapi sebenarnya untuk mencapai tujuan tersebut kita butuh proses yang tak mudah. Seperti halnya kalau kita ingin menjadi sukses di bidang yang kita tekuni, kita harus mau bekerja keras dan menghadapi berbagai rintangan serta tantangannya. Setiap pengorbanan dan perjuangan tentu akan terbayar suatu hari nanti. Walau hanya sekecil apapun usaha kita, pasti akan ada hasilnya suatu hari nanti.

Hidup ini bagaikan sebuah perjalanan, perjalanan yang panjang. Langkah demi langkah dalam perjalanan hidup ini adalah makna. Detik demi detik yang kita lalui menjadi pengalaman yang berharga. Setiap yang terjadi dan kita lalui dalam hidup ini syarat dengan hikmah dan tujuan. Tak selembarpun daun yang jatuh dari pohonnya terjadi dengan sia-sia.Cara Berpikir Kreatif dan Inovatif

Tak sedikit dan sekecil apapun perbuatan yang tak berbalas. Kisah seorang Abraham Lincoln, seorang presiden Amerika yang luar biasa dan namanya dikenang sepanjang masa berikut ini patut disimak. Sejak masih muda, Lincoln bercita-cita menjadi seorang ahli pidato yang handal. Cita-citanya ini membuat ia menjadi sangat bersemangat dalam belajar. Meski ia bukan termasuk orang yang banyak menerima pendidikan formal, ia tetap rajin membaca buku-buku bermutu dan bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ahli. la juga sangat gemar berkunjung ke berbagai perpustakaan di kotanya untuk meminjam buku dan membacanya.

Cita-cita untuk menjadi ahli pidato handal juga membuatnya rajin mendengarkan pidato orang lain. Dikisahkan pada suatu malam ia pernah berjalan kaki sekitar 30 kilometer hanya untuk mendengarkan sebuah pidato. Saat tengah malam, dalam perjalanan pulang, ia menyusun kembali intisari pidato tadi. Intisari ini kemudian dijadikannya bahan untuk berlatih. Untuk mengembangkan teknik dan daya tarik pidatonya, Lincoln juga mengikuti sejumlah kursus dan seminar. Dia juga tekun dalam berlatih dan senantiasa berupaya memperbaiki kesalahan-kesalahannya. Bertahun-tahun kemudian ia menjadi seorang negarawan sekaligus ahli pidato yang terkenal.

Dari kisah singkat di atas setidaknya kita dapat menarik beberapa pelajaran yang berharga. Pertama, keberhasilan bukanlah suatu kebetulan. Kita tidak bisa tiba-tiba bangun di pagi hari dengan keadaan yang tiba-tiba saja sesuai dengan cita-cita kita. Hidup bukanlah sebuah pertunjukan sulap! Lihatlah, betapa untuk mewujudkan impiannya, Abraham Lincoln menempuh perjuangan yang gigih, tak kenal menyerah dan terus bersemangat. Sementara teman-teman Lincoln sedang asyik bermain atau pacaran, ia telah larut dalam kegiatan latihan, mengikuti kursus berpidato atau membaca buku-buku bermutu.

Kedua, kesuksesan membutuhkan sebuah proses. Sayangnya, banyak orang yang ingin menggapai kesuksesan namun tidak mau menjalani proses yang ada. Kehidupan modern yang serba instan terkadang membuat kita lupa bahwa segala sesuatu membutuhkan proses. Mana mungkin kita dapat menikmati buah durian yang lezat sehari setelah kita menanam bijinya? Bukankah kita harus memupuk, menyiram serta merawatnya dengan baik sehingga biji tersebut dapat tumbuh menjadi pohon dan berbuah lebat?

 

Demikian artikel motivasi kerja dengan judul Instan No, Proses Yes, baca juga cerita motivasi lainnya dengan judul Kamu Aku Sama Kreatifnya. Jika kalian suka dengan artikel diatas, mohon untuk menekan tombol like ya, dan jika tidak keberatan mohon untuk dishare juga, agar ilmu ini bisa bermanfaat bagi semuanya. Terima kasih sebelumnya.

Seal Online
Inline
Inline